• D89F8730
  • goldwinn88@gmail.com
  • +6281382786681
  • gold_win88

Makan Konate Ingin Perlicin Jalan Jadi Pemain Terbaik

Gelandang Arema FC Makan Konate menyatakan, membawa Singo Edan meraih gelar juara Piala Presiden 2019 menjadi satu-satunya jalan agar ia merebut status pemain terbaik.

Arema akan menghadapi Persebaya Surabaya pada leg kedua final turnamen pramusim tersebut, Jumat (12/4) malam WIB, di Stadion Kanjuruhan. Arema bermodalkan hasil imbang 2-2 pada pertemuan pertama.

Selain Konate, penggawa Arema lainnya yang masuk nominasi adalah Dedik Setiawan dan Ricky Kayame. Konate mengatakan, gelar pemain terbaik beriringan dengan kemampuan timnya. Konate mengaku akan berjuang maksimal, bekerja keras, dan bermain baik untuk mendapatkannya.

“Saya senang masuk ke sana [nominasi]. Tapi masuk saja tidak cukup, saya akan berusaha memenangkan pertandingan untuk mendapatkannya. Insya Allah jika Arema juara, pemain terbaik akan datang,” tegas Konate kepada Goal Indonesia.

Konate menambahkan, sama seperti leg pertama, laga yang digelar di Kanjuruhan tidak bakal mudah untuk dijalani Arema. Saling percaya antarpemain disebut bisa menjadi kunci.

Sementara itu, bek Arthur Cunha senang melihat banyak pihak, terutama suporter, sangat optimistis. Hanya saja, Cunha menegaskan, saat ini Arema belum memenangkan gelar apapun.

“Saya melihat semua pihak sangat optimistis, tetapi laga masih belum selesai karena masih ada pertandingan. Kami memiliki modal bermain bagus di Surabaya. Saya percaya teman-teman mampu memberikan yang terbaik,” kata Cunha.

“Motivasi selalu tinggi. Bermain di Arema tuntutan tinggi, karena semua yang diikuti harus jadi juara. Kami ingin memenangkan piala ini agar Aremania dan Aremanita senang.”

Di sisi lain, Arthur mengaku tidak akan membalas perilaku tak sportif Amido Balde yang menendangnya sesaat sebelum laga Persebaya melawan Arema berakhir. Dirinya tidak ingin fokusnya terganggu aksi balas dendam.

“Pertandingan kemarin sudah selesai, nanti kami bertemu di lapangan. Sebelumnya wasit hanya memutuskan kartu kuning. Tapi fokus saya bukan untuk membalasnya, karena kami fokus kepada pertandingan itu sendiri,” tutupnya. (gk-48)